Terjebak Banjir Bertahun-tahun, Warga Dinar Indah Hidup dalam Cemas Setiap Hujan Turun

Bencana Banjir di wilayah Sinarmas Tembalang belum ada Tindakan dari Pemkot

Daerah, Dinas, Nasional276 Dilihat

Semarang, cakra rajawali.com — Hujan lebat bukan lagi membawa kesejukan bagi warga Perumahan Dinar Indah RT 6 RW 26. Kelurahan Meteseh Kecamtan Tembalang Setiap tetes air yang jatuh justru memicu kecemasan.

Warga diliputi rasa was-was karena banjir hampir selalu datang, merendam rumah dan memaksa mereka berjaga sepanjang malam.

Banjir yang terjadi bukan sekadar akibat hujan deras, melainkan karena persoalan struktural yang tak kunjung terselesaikan. Saluran selokan di kawasan permukiman berada lebih rendah dibandingkan Sungai Pengkol atau Sungai Babon.

Kondisi ini membuat air dari permukiman tidak dapat mengalir ke sungai, bahkan kerap berbalik masuk ke rumah-rumah warga saat debit air meningkat.

“Air tidak bisa turun ke sungai karena sungainya lebih tinggi. Kalau hujan deras, air dari selokan malah meluap ke pemukiman, belum lagi limpahan air dari perumahan atas sangat deras ” tutur salah satu warga dengan nada getir.

Masalah ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dahulu, kawasan tersebut dihuni sekitar 50 kepala keluarga, namun akibat banjir yang terus berulang, sebagian besar memilih angkat kaki. Kini, hanya 29 kepala keluarga yang masih bertahan, hidup berdampingan dengan genangan air dan ketidakpastian.

Setiap hujan turun, warga harus mengamankan perabot, menaikkan barang ke tempat yang lebih tinggi, bahkan mengevakuasi anak-anak dan lansia. Aktivitas sehari-hari lumpuh, dan kerugian materi kerap tak terhindarkan.

Warga berharap pemerintah tidak lagi menutup mata. Mereka mendesak adanya solusi nyata, seperti normalisasi saluran air, pembangunan pompa, atau rekayasa drainase agar air dari permukiman dapat dialirkan keluar meski permukaan sungai lebih tinggi atau dengan opsi terakhir merelokasi warga ketempat yang layak.

“Kami hanya ingin hidup tenang. Tidak setiap hujan harus takut rumah kebanjiran,” ujar warga lainnya.

Di tengah keterbatasan dan kelelahan yang menahun, warga Dinar Indah RT 6 RW 26 kel meteseh kecamatan tembalang semarang masih menyimpan harapan.

Harapan agar pemerintah segera merelokasi warga yang dulu pernah dijanjikan dan memberikan solusi, sehingga hujan tak lagi menjadi ancaman, melainkan kembali menjadi berkah.

(Pungki/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *