KENDAL, WWW.CAKRARAJAWALI.COM – Warga dan Pemerintah Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal terus berusaha untuk menahan tanggul Sungai Bodri yang nyaris jebol, yaitu dengan bergotong royong memasang karung pasir di tanggul sungai.
Warga dan aparat desa bahu-membahu dengan menggunakan peralatan seadanya, dan secara swadaya. Mereka khawatir, jika tidak segera diperbaiki, gerusan sungai menyebabkan pengikisan serius (abrasi) dan jebol, yang berisiko memicu banjir.
“Ya kami terus berusaha untuk menambal tanggul dengan karung pasir, supaya aliran dari sungai Bodri tidak masuk ke permukiman warga. Kemarin Jumat (24/4) melaksanakan gotong royong memperkuat tanggul,” ujar Didik Prasetiawan, Kepala Desa Pidodokulon, saat ditemui Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, jika tanggul jebol maka dampaknya akan berdampak ke tambak ikan, persawahan dan permukiman warga, khususnya di Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon.
“Disana kurang lebih ada 350 jiwa yang akan kena dampaknya. Maka, saya bersama warga terus berusaha melaksanakan gotong-royong ini, untuk pencegahan awal, serta menunggu tidak lanjut dari pemerintah daerah atau dinas terkait,” ungkap Didik.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengirim surat ke Dinas PUPR, PSDA Jawa Tengah dan instansi terkait lainnya, namun dari laporan tersebut, hanya ditindaklanjuti dengan mengirim karung untuk membuat tanggul darurat.
“Dari pihak petugas Dinas PUPR juga sudah turun langsung mengecek lokasi. Tapi aksesnya tidak mumpuni untuk di masuki alat berat, karena bibir tanggul sungai sudah sangat tipis dan sangat beresiko bila dipaksakan,” jelas Didik.
Sementara Kiswanto warga setempat berharap, pemerintah daerah dan pihak terkait untuk dapat memperbaiki tanggul yang sudah menipis di sungai Bodri ini. Karena menurutnya sudah ada beberapa tanggul yang rawan jebol.
“Kami mohon, semoga ada perhatian dari pemerintah daerah dan dinas terkait, agar tanggul sungai Bodri di desa kami ini tidak jebol, dan bisa mengakibatkan banjir permukiman warga,” ungkapnya.
Red/Surya














