KAB MAGELANG, WWW.CAKRARAJAWALI.COM – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah truk boks putih yang diduga melakukan pengisian BBM secara tidak wajar terpantau di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut terekam dalam dokumentasi warga di SPBU 44.564.04, Jalan Magelang–Yogyakarta, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 17.24 WIB.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sebuah truk boks putih berada di area pengisian BBM jenis Bio Solar. Aktivitas armada tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya praktik pengangsuan BBM subsidi dengan modus yang dikenal sebagai “helikopter”.
Diduga Berpindah SPBU
Modus “helikopter” merupakan istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan dugaan pengambilan BBM subsidi secara berulang dengan berpindah-pindah SPBU. BBM yang diperoleh kemudian diduga dipindahkan ke tempat penampungan tertentu untuk kepentingan yang belum diketahui secara pasti.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada verifikasi independen mengenai volume BBM yang diisi, frekuensi pengisian, penggunaan QR Code, maupun keberadaan perangkat pemindahan BBM di dalam truk boks tersebut.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa armada itu diduga berkaitan dengan seseorang berinisial DVD. Keterangan tersebut masih memerlukan pendalaman dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
DVD Sebut Sudah Berikan Atensi Media
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut, DVD menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan atensi terhadap oknum wartawan melalui seseorang berinisial CAN.
“Saya sudah memberikan atensi media melalui CAN,” demikian keterangan DVD sebagaimana disampaikan dalam komunikasi konfirmasi.
Meski demikian, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai maksud atensi tersebut, hubungan DVD dengan armada truk boks yang dimaksud, serta siapa pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan pengisian BBM di SPBU tersebut.
Identitas DVD, termasuk dugaan keterkaitannya dengan institusi atau kesatuan tertentu, juga belum dapat dipastikan hingga berita ini diterbitkan. Penyebutan inisial tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan status, profesi, ataupun asal kesatuannya.
APH dan Pertamina Didesak Lakukan Penelusuran
Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi perlu ditelusuri secara objektif oleh aparat penegak hukum bersama pihak Pertamina Patra Niaga. Pemeriksaan rekaman CCTV SPBU 44.564.04 Salam, data transaksi pengisian, identitas kendaraan, serta kesesuaian penggunaan QR Code dapat menjadi bagian penting dalam proses verifikasi.
Apabila ditemukan adanya pelanggaran ketentuan penyaluran BBM subsidi, pihak berwenang diharapkan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan adanya tindak pidana sebelum seluruh fakta dan bukti pendukung diperiksa secara menyeluruh.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola SPBU 44.564.04, Pertamina Patra Niaga, maupun Polres Magelang terkait dugaan aktivitas pengisian Bio Solar tersebut.
(RED/TIM)














